Sering pakai kata "menyelami", "krusial", atau "kesimpulannya"? Itu ciri khas ChatGPT! Simak cara mengubahnya menjadi teks natural di sini.

Pernahkah Anda membaca sebuah artikel atau email dan langsung membatin, "Ini pasti buatan AI"? Anda tidak sendirian. Meskipun ChatGPT sangat pintar, gaya bahasanya sangat kaku, repetitif, dan memiliki pola yang mudah ditebak.
Berikut adalah ciri khas tulisan AI yang harus segera Anda hindari jika ingin tulisan Anda dibaca oleh manusia.
Model bahasa dilatih untuk bersikap formal dan netral. Akibatnya, mereka sering menggunakan kosa kata yang jarang dipakai manusia sehari-hari. Coba cek draf Anda, apakah ada kata-kata ini:
Jika ada, tulisan Anda sudah terjangkit "virus robot".
Tulisan manusia itu tidak simetris. Kita sering menulis satu kalimat pendek untuk penekanan. Lalu diikuti dengan kalimat yang sangat panjang dan sedikit bertele-tele. AI tidak melakukan itu. AI memproduksi paragraf dengan panjang kalimat yang nyaris sama dari awal hingga akhir, membuatnya sangat membosankan untuk dibaca.
Anda tidak perlu membuang draf AI Anda. Cukup gunakan Manusiawi.id. Fitur kami memungkinkan Anda menempelkan draf kaku tersebut, memilih nuansa (seperti Blog atau Santai), dan mesin kami akan otomatis memangkas kata-kata klise tersebut.
Daftarkan email Anda sekarang untuk mendapatkan tips copywriting mingguan dari kami dan coba langsung bagaimana Manusiawi.id menyulap teks AI Anda menjadi karya tulis yang berkarakter.
Tempel teks, klik tombol, hasilnya keluar dalam hitungan detik. Gratis untuk percobaan pertama.
Baru! 10 Juni: Peningkatan Model untuk GPTZero 4.6b dan Originality 🎉